" N a n a R a m l e e "

Nana Ramlee
Assalamualaikum, Yang dah datang ke blog Nana silalah baca ye semua post ^_^ and kalau sudi follow lah Nana
Dashboard | +Follow

The owner{
This is my biodata


Just a shortbio about me :)

  • Name : Nana
  • Aku seorang MUSLIM sejati.. Cewwah. 12 for this year... (2014)
  • Let me tell you, I am Huge RUNNING MAN LOVERS!
  • I Loves: Kim Jong Kook, Runningman, Lee Kwang Soo, Yoo Jae Suk, Purple, Pink, White.
  • I Hates: Fake friends, Haters, Judgemental, People who hate RUNNING MAN (i'll kick them)

    Network

    Twitter : @Fathi naKameela
    Facebook : Nana Fa Theena
    Keek : fathinakameela


    Fakta tentang Diriku

  • Awak berasal dari ?
    Anak jati Selangor, tapi ayah orang Johor and ummi Melaka.

  • Apa yang paling awak nak ?
    Jumpa RUNNING MAN, Ambik autograph and snap pic with LEE KWANG SOO< YOO JAE SUK< KIM JONG KOOK and the others member !xD

  • Apa yang awak nak masa harijadi awak ?
    eerrr... saya nak sangat kalau ummi dapat izinkan saya pakai Contact Lenses! Hwwuuaa... :P

  • Awak nak pergi bercuti di mana??
    London, Paris, Dublin, Switzerland, andd.. Korea.. dapat jumpa Running Man.. dan mkn Kimbap, Jjajangmyun, and Jjampong !:P

  • Jujur yerk.. Awak rasa diri awak bagaimana ?
    Seorang gadis yang comel yang sgt trgilakan Running Man dan suke ambikk gambarr perasan lawa ^.^

    { Tamat sudahh perkenalan diriku.. Anda? Xnak share ke? }


  • Tutorial `
    freee

    TAJUK TAJUK TAJUK TAJUK TAJUK TAJUK TAJUK TAJUK TAJUK TAJUK

    { Replace wth yours :) }


    Linkies{
    This is my lovely friend

    zaty Adila Next? Next?

    Next? Next? Next? Next?

    Next? Next? Next? Next?

    Next? Next? Next? Next?

    Ibu Sejati}
    Tuesday, April 13, 2010 | 5:21 AM | 0 comment
    Kisah ini mirip dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman ketika masih muda.

    Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.

    Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda berputus asa.

    Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil Abu Nawas. Abu Nawas hadir menggantikan hakim. Abu Nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin Abu Nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.

    Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi. Abu Nawas memanggrl algojo dengan pedang di tangan. Abu Nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.


    "Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?" kata kedua perempuan itu saling memandang. Kemudian Abu Nawas melanjutkan dialog.

    "Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?"

    "Tidak, bayi itu adalah anakku." kata kedua perem­puan itu serentak.

    "Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata." kata Abu Nawas mengancam.


    Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.

    "Jangan, tolongjangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu." kata perempuan kedua. Abu Nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsurig menyerahkan kepada perempuan kedua.

    Abu Nawas minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih. Apalagi di depan mata. Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Abu Nawas. Dan .sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari Abu Nawas menjadi penasehat hakim kerajaan. Tetapi Abu Nawas menolak. la lebih senang menjadi rakyat biasa.



    newer post older post


    Assalamualaikum!\
    Coretan Gadis Comel


    " UPSR Candidates next year.. Wish me luck! "

    Gossip Place |
    Jum berborak di sini !


    Thank You Sayang ]
    Sayang korunk kpda yg tlah membntu

    ©Template by Someone. Base code Rahsia. ©Full edited by Nana Ramlee (me).


    refresh profile blog facebook twitter follow

    Ibu Sejati}
    Tuesday, April 13, 2010 | 5:21 AM | 0Comment

    Kisah ini mirip dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman ketika masih muda.

    Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.

    Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda berputus asa.

    Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil Abu Nawas. Abu Nawas hadir menggantikan hakim. Abu Nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin Abu Nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.

    Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi. Abu Nawas memanggrl algojo dengan pedang di tangan. Abu Nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.


    "Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?" kata kedua perempuan itu saling memandang. Kemudian Abu Nawas melanjutkan dialog.

    "Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?"

    "Tidak, bayi itu adalah anakku." kata kedua perem­puan itu serentak.

    "Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata." kata Abu Nawas mengancam.


    Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.

    "Jangan, tolongjangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu." kata perempuan kedua. Abu Nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsurig menyerahkan kepada perempuan kedua.

    Abu Nawas minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih. Apalagi di depan mata. Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Abu Nawas. Dan .sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari Abu Nawas menjadi penasehat hakim kerajaan. Tetapi Abu Nawas menolak. la lebih senang menjadi rakyat biasa.



    newer post
    older post